admin@amanahbelitungtour.com

Trinity Traveler Bersama Amanah Belitung Tour

Membaca buku-buku traveling Indonesia–terkecuali untuk beberapa judul–memang bisa sangat membosankan. Sebagian besar berisi tips dan trik, atau kisah-kisah lucu di perjalanan. Sulit menemukan keterlibatan mendalam penulis di masyarakat yang ia jumpai. Tentu ada pula travel writer asal Indonesia yang mengambil pendekatan berbeda. Agustinus Wibowo, misalnya, yang berkeliling Asia melalui jalur darat sejak 2005. Dari negeri tirai bambu, naik ke atap dunia Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, kemudian menembus ke barat, masuk ke Pakistan, Afghanistan, Iran, berputar lagi ke Asia Tengah, diawali Tajikistan, kemudian Kirgiztan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan dan Turkmenistan.

Problemnya memang traveling (khususnya ke luar negeri) bukan aktivitas murah bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, meski lebih terakses beberapa tahun belakangan ini–tepatnya setelah demam penerbangan murah dan ketentuan bebas visa di negara-negara ASEAN. Paspor Indonesia pun tak sekuat paspor warga Amerika Serikat, Jerman, atau Inggris yang bisa ke mana-mana dengan bebas visa. Belum lagi posisi rupiah yang lemah jika dibandingkan dengan mata uang lainnya. Maka, pilihan yang tersisa adalah sekolah ke luar negeri, curi-curi liburan ke negara bebas visa di Asia Tenggara, atau menseriusi blog perjalanan seperti Trinity.

Hal inilah yang membedakan fokus penceritaan dalam narasi-narasi perjalanan yang populer di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir seperti The Naked Traveler atau Trave(love)ing dengan Eat, Pray, Love atau buku-buku Paul Theroux. Perjalanan Trinity tak dilakukan dalam jangka waktu lama, sehingga tempat tujuannya tak jadi fokus utama. Pengalaman yang ditulis merupakan pengalaman khas turis yang sehari-dua hari mampir di satu tempat dan melaporkan kesan yang ditangkapnya.

Selain bercerita soal perjalanan, Trinity Traveler juga mengangkat persoalan perempuan usia 20-an, yakni permintaan agar segera menikah dari keluarga. Permintaan itu tidak hanya datang dari keluarga inti, melainkan juga dari pertanyaan oom, tante, atau sepupu saat acara keluarga. Padahal, Trinity adalah perempuan mandiri dengan jiwa bebas. Meski demikian, akhirnya ia tetap mencari pasangan untuk memenuhi keinginan mendiang ayahnya.

Pulai Belitung Indah = CV Amanah Belitung Tour

Perjalanan Trinity tidak hanya soal mengarungi tempat, tapi juga perjalanan mencari belahan jiwa. Mengenai hal ini, ia pun berkonsultasi dengan sahabat-sahabatnya, Yasmin (Rachel Amanda) dan Nina (Anggika Bolsterli), serta sepupunya, Ezra (Babe Cabiita). Kemungkinannya adalah kembali pada mantan, orang misterius bernama Mr. X yang membelikannya tiket perjalanan ke Maladewa, atau Paul (Hamish Daud) yang beberapa kali ia temui selama perjalanan.

Perjalanan diatas adalah sebuah cerita yang sangat menarik dan dapat kita wujudkan bersama amanah belitung tour yang memberikan berbagai tawaran menarik diskon gila-gila an membuat perjalanan anda menjadi tak terlupakan.

sudah di publikasn oleh tirto.id